Fenomena Remaja Kecanduan Konten Cepat, Pakar Peringatkan Dampak pada Konsentrasi
Fenomena Remaja Kecanduan Konten Cepat, Pakar Peringatkan Dampak pada Konsentrasi
Redaksi — Konsumsi konten cepat di kalangan remaja terus meningkat dan kini menjadi perhatian para pemerhati pendidikan. Video berdurasi singkat yang muncul tanpa henti di berbagai platform dinilai membentuk pola baru: mudah bosan, sulit fokus, dan terbiasa mencari hiburan instan.
Sejumlah guru menyebut bahwa siswa kini lebih sering kehilangan fokus saat belajar, bahkan pada materi yang sebenarnya sederhana. “Durasi konsentrasi mereka semakin pendek. Baru dijelaskan sebentar, sudah terlihat gelisah,” ujar salah satu pendidik.
Pakar psikologi perkembangan menilai fenomena ini bukan sekadar perubahan tren, tetapi efek langsung dari algoritma media sosial yang mendorong konsumsi konten cepat secara berulang. “Otak terbiasa dengan rangsangan instan. Aktivitas yang membutuhkan fokus panjang akhirnya terasa membosankan,” jelas seorang psikolog pendidikan.
Di sisi lain, sejumlah remaja mengakui bahwa mereka menyadari pola tersebut, namun merasa sulit mengontrol diri. Banyak yang menjadikan konten singkat sebagai bentuk pelarian dari stres sekolah maupun tekanan sosial.
Meski begitu, pakar teknologi dan pendidikan mendorong agar platform menyediakan fitur pengaturan penggunaan yang lebih ketat, termasuk pengingat waktu layar. Mereka menilai kebiasaan digital yang sehat harus dibentuk sejak dini, agar generasi muda tetap mampu mengelola waktu dan perhatian di tengah derasnya arus informasi cepat.
Isu ini masih menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari pendidik, orang tua, hingga pembuat kebijakan, yang menilai urgensi untuk mencari solusi bersama.

Posting Komentar untuk "Fenomena Remaja Kecanduan Konten Cepat, Pakar Peringatkan Dampak pada Konsentrasi"
Posting Komentar